Unforgetable Moment at Shirakawa go

Setelah mendapatkan salju pertama di Kanazawa sebelumnya lalu kemudian saya menginap di Toyama, pagi pagi sudah siap untuk perjalanan menuju Shirakawa go. Sebenarnya saya menyesal sampai hari ini karena melewatkan waktu untuk dapat mengunjungi Starbucks yang ada di Toyama. Konon Starbucks di Toyama ini adalah Starbucks terindah di dunia.

Saya liat foto beberapa teman saya yang bela belain mampir kesana tapi karena foto diambil kurang maksimal, gak terlalu tampak keindahannya. Saya hanya lihat bangunannya penuh dengan kaca kaca.Tapiiiiiii ……… saat akan posting ini, saya sengaja searching di Google, oemjiiiii …. MENYESAL ! ini starbucks Kereeeenn bangeett, ngeett … ngeettt … ! Ini foto saya dapat dari Google dan sumbernya adalah http://www.morimoridx.cocolog-nifty.com

Gimana, kereeen kan ?! Ada yang udah pernah ke sini kah? Semoga saya dikasih rejeki dan usia untuk bisa ke sini nanti. Sama suami dan anak anak sih pengennya, hehe … aamiin … Nah berbekal rasa kecewa, saya bener bener jaga kondisi badan. Setelah istirahat dan minum obat plus vitamin, pagi itu saya emang siap banget deh buat menjelajah Shirakawa.

Diinformasikan oleh tour guide kita bahwa kondisi cuaca di Shirakawa go lebih dingin daripada Toyama dan bener aja, minus 4 hehe. Kita pake bis dari Toyama ke Shirakawa gak sampe 1 jam. Dalam perjalanan, berkali kali mengucap syukur … betapa saya melihat salju dan pemandangan yang indah sepanjang jalan. Hampir sepanjang jalan tertutup salju dan di tengah perjalanan mulai turun lagi hujan salju.

Ini semacam mimpi menjadi kenyataan. Doa dikabulkan 🙂 Karena kalo seandainya lihat di perkiraan cuaca bulan Maret apalagi minggu ke 2 itu udah masuk semi, tapi ini saya sejak hari pertama sudah dapat hujan salju. Saya yang datang dari keluarga biasa saja gak pernah berkhayal bahkan mimpi untuk bisa lihat salju apalagi merasakan hujan salju, tapi Alhamdulillah Allah SWT kasih saya rejeki indah seperti ini 🙂

Sampai di Shirakawa go, pedesaan ini benar benar masih tertutup salju 😀 Senaaaang bukan kepalang hahaha ndeso ya! Tampaknya Shirakawa go ini memang sedang jadi tempat wisata yang sedang ‘naik daun’ ya. Kami sudah pagi sekali rasanya sampai sini, tapi ternyata sudah ada beberapa bis yang parkir dan semakin lama semakin banyak bis yang berdatangan.

Shirakawa ini adalah sebuah desa yang letaknya ada di prefektur Gifu. Tau kan ya kalo di Jepang ini terdiri dari prefektur prefektur. Sewaktu pertama kali memutuskan Shirakawa ini menjadi salah satu tujuan utama trip kali ini, bos Jepun saya sudah bilang kalo desa ini masuk ke dalam salah satu UNESCO World Of Heritage. Desa Shirakawa terletak di lembah dan terdapat sebuah sungai yang mengalir yaitu sungai Shōkawa.

Menuju kompleks pedesaan indah ini dari parkiran bus, kita akan melewati jembatan. Menurut tour guide kami, spot ini merupakah salah satu spot yang paling banyak digunakan untuk berfoto. Sebagai wong ndeso, ya saya ikutlah ya foto foto di jembatan ini, walopun deg degan juga sik … secara itu jembatan goyang goyang kalo dilewatin orang 😀

Begitu sampai di kompleks pedesaan nya, salju dimana manaaa 😀 *joget* Melihat masih tingginya lapisan salju saat saya berkunjung ke sana, gak heran dong ya yang katanya Shirakawa ini merupakan salah satu tempat yang paling banyak menerima salju di Jepang. Salah satu yang membuat Shirakawa go ini terkenal adalah rumah tradisional nya yang bernama gassho-zukuri yang kalo di terjemahkan dalam bahasa adalah ‘konstruksi tangan berdoa’. Itulah kenapa ciri khas dari atas rumah di Shirakawa miring seperti tangan orang sedang berdoa.

Atap dari rumah di pedesaan ini terbuat dari jerami yang sangat tebal. Katanya, jerami ini sengaja dibuat untuk mengurangi hawa dingin saat musim salju. Katanya lagi, semua atap rumah di pedesaan ini menghadap ke timur dan barat. Aneh gak sih? Enggak kan ya? hehe … ternyata hal tersebut memang dibuat seperti itu agar salju yang menempel diatas dapat segera mencair jika terkena sinar matahari saat musim dingin mulai berakhir.

Apa keunikan lain dari gassho-zukuri ini? Ituloh kayu kayu yang membentuk rumah ini. Semua kayu yang membentuk rumah ini tidak ada satupun yang dipaku loh. Trus disatuinnya pake apa? Pake tali ! Tali ini terbuat dari jerami  yang dijalin yang disebut “neso”. Ini adalah istilah untuk cabang pohon yang dilunakkan.

Karena Shirakawa ini termasuk dalam salah satu UNESCO world of heritage, selain sisi positif desa ini menjadi incaran para turis ada konsekuensi lain yang didapatkan oleh para penduduk di desa ini yaitu para penduduk atau warga desa Shirakawa gak bisa seenaknya melakukan renovasi rumah mereka. Demi untuk menjaga kelestarian desa inilah maka oleh pemerintahnya dibuat aturan seperti itu.

Selain keunikan rumah di Shirakawa ini ada keunikan lain yang menjadi ciri khas dari Shirakawa ini yaitu sebuah tradisi yang dinamakan “yui“. Yui ini adalah tradisi penggantian atap rumah. Biasanya dilakukan setiap 20-30 tahun sekali. Nah tradisi ini pun menjadi perhatian para turis juga. Kenapa? karena tradisi ini biasanya dilakukan kurang lebih oleh 200 orang secara bergotong royong dan tidak jarang para turis ikut membantu sebagai tambahan pengalaman unik. Kenapa sebanyak itu orangnya yang bantu melakukan penggantian itu? karena diharapkan dapat selesai maksimal 2 hari agar pemilik rumah dapat segera beraktivitas normal kembali.

Mungkin karena tradisi yang sarat dengan kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi satu dari sekian alasan kenapa Shirakawa begitu ‘cantik’ dan unik sehingga bisa masuk dalam unesco world of heritage.Sebenarnya selama periode Januari – Februari dimana salju sedang berada pada titik tertinggi di Shirakawa ini ditetapkan 7 hari khusus Shirakawa ini bermandikan cahaya lampu pada malam hari. Hal ini terkenal dengan nama iluminasi musim dingin Shirakawa go.

Menjadi sebuah desa yang terkenal dan merupakan salah satu dari 20 desa terindah di dunia membuat ada nya sedikit pergeseran dalam kehidupan sosial para penduduk di Shirakawa ini, Penduduknya tidak melulu bertani, tapi sebagian dari rumah rumah tradisional ini dijadikan penginapan dan menjual souvenir khas Shirakawa ini.

Souvenir paling khas dari Shirakawa ini selain sake dan sate sapi hida adalah boneka unik yang bernama Sarubobo. Sebenarnya menurut tradisi sarubobo ini adalah semacam mainan boneka yang dibuat khusus oleh nenek untuk cucu mereka. Jika diberikan kepada anak perempuan ini adalah jimat dengan harapan agar mereka mendapatkan jodoh yang baik, pernikahan yang langgeng, anak yang berbakti dan berbagai hal baik lainnya.

Sebenarnya boneka ini berwarna merah, tapi saat ini ternyata boneka Sarubobo ini ada dalam berbagai warna. Boneka Sarubobo ini adalah boneka kera merah, kata Saru adalah kera dan Bobo adalah bayi dalam dialek pengucapan khas daerah Takayama. Jadi Sarubobo adalah anak kera. Selain arti nya adalah kera, Saru pun berarti ‘pergi’ jadi bisa juga diterjemahkan menjadi hal hal yang buruk akan pergi. Biasanya boneka ini dijadikan hadiah untuk pasangan yang sedang menunggu kelahiran bayinya. Boneka ini diberikan sebagai ucapakan selamat dan doa agar bayi yang dilahirkan nanti sehat.

Karena sekarang ini sarubobo sudah dibuat dengan beragam warna, ternyata konon masing masing warna memiliki arti sendiri. Seperti misalnya warna merah jambu alias pink itu untuk keberhasilan percintaan, kuning untuk rejeki dan keuangan, hijau untuk kesehatan, biru untuk keberuntungan dalam sekolah dan kerja serta warna hitam untuk menghilangkan kesialan.

Saat asik menelusuri jalan jalan di desa cantik ini *walopun gak sampe keliling ke ujung karena sempitnya waktu* tiba tiba dikasih rejeki ujan salju yang lumayan deras yang makin lama makin deras. Tapi dibanding saat di Kanazawa atau Toyama, di Shirakawa ini tidak terlalu dingin. Ini mungkin karena walopun bersalju tapi tidak ada angin. Karena agak deras, saya sempat berteduh di salah satu toko cindera mata. Akhirnya beli deh 2 bijik gantungan kunci pesenan putri kecil.

Cindera mata yang khas lainnya adalah semua yang berbentuk gassho-zukuri. Makanya saya tertarik untuk membeli tempelan kulkas bentuk gassho itu karena memang saya mengkoleksi tempelan kulkas dari berbagai tempat. Setelah numpang neduh di toko souvenir saya sempat berjalan lagi dan bermaksud untuk mencari Wada House, tapi sayang waktu gak memungkinkan. Ini mungkin karena saya terlalu euforia bermain main salju saat baru memasuki perkampungan ini.

Wada House atau rumah Wada ini adalah adalah rumah gassho-zukuri terbesar di perkampungan ini. Ada tiket masuk yang harus dibayar untuk menikmati Wada House ini. Wada House juga letaknya berdekatan dengan Kuil Myozenji. Karena tidak memungkinkan untuk berjalan lebih jauh lagi, akhirnya sambil berjalan pulang saya mampir ke sebuah kedai kecil yang menjual kopi dan beberapa macam souvenir. Saya tidak lagi membeli souvenir, hanya membeli kopinya saja. Dengan kopi panas di tangan, sedikit mengusir rasa kecewa, tidak dapat menjelajahi Shirakawa secara keseluruhan.

Berdiri memandang desa Indah ini sebelum kembali ke bis, sambil bergumam …. Salju dan kopi …. ahh hari saya sangat indah dan sempurna 🙂 Alhamdulillah …. Terima kasih ya Allah ….

 

 

 

 

 

 

My First Snow at Kanazawa

Seperti yang udah diceritain sebelumnya, Alhamdulillah saya dikasih rezeki lagi untuk berkunjung ke Jepang, kali ini tujuan nya berbeda dengan musim yang berbeda pula. Jika 2 tahun lalu saya berangkat di akhir November yang mana itu adalah musim gugur, kali ini saya berada pada peralihan musim dingin ke musim semi.

Udah siap siap dari Jakarta bawa segala sesuatu untuk musim dingin yang gak terlalu berat itu. Bawa daleman heattech nya uniqlo 3 pasang, jaket ultra light 2 bijik, sepatu boot juga gak ketinggalan. Waktu berangkat, karena liat prakiraan cuaca di accuweather hanya berkisar 10-15 derajat, dengan PD nya saya pake sneakers dengan celana panjang chino tanpa heattech. Ternyataaaa begitu mendarat di Haneda, langsung nyesssss ….. suhu, 3 derajat sajoooo !

Kaki berasa beku lama lama, dingiiiinnya gak nahan. Diketawain salah satu bos saya …. PD banget sil, mana celana agak ngatung begitu ! hahahha … saltum ! Akhirnya setelah dapet update dari tour leader nya suhu di Kanazawa lebih dingin dari Tokyo dan masih ber salju, saya bongkar tas ransel untuk ambil celana heattech dan ganti di toilet shinkansen.

Toiletnya, bersiiiihhh … seperti toilet Jepang pada umumnya. Di kereta juga ada embak embak yang nawarin snack dan kopi. Kemarin saya beli kopi, per cup 480 yen. Udara dingin dan kopi non sugar yang buat saya saat itu terasa maknyoooss banget nikmatnya, berasa dikasih energi tambahan buat mulai menjelajah Kanazawa 🙂

Perjalanan dari Tokyo ke Kanazawa menggunakan shinkansen kurang lebih 2 jam 30 menit. Sempat sedikit mengantuk tapi kemudian seger setelah lihat pemandangan di luar kereta … salju ! Iyap ! Saya norak senorak noraknya waktu liat daerah yang kita lewati masih tertutup salju, kegirangan setengah mati pokoknya 😀 dan berharap semoga di Kanazawa atau Toyama atau Shirakawa go yang akan kami datangi itu masih banyak salju nya 😀

Tiba di stasiun Kanazawa tepat saat makan siang, kami makan siang di resto buffet di mall dekat stasiun. Lepas makan siang, semua mulai segar dan berfoto foto dengan salju yang ada di depan mall 😀 Makin dingin malah makin semangat semua. Iya, karena ini pengalaman pertama saya dan juga hampir semua peserta trip melihat salju secara langsung ! Bukan kapas kapas macem di mall di Jakarta sini saat jelang Natal di bulan Desember hehe. Oya untuk sepatu, baru saya ganti boot setelah saya beres makan siang dan bersiap ke Kenrokuen park. Dimana gantinya? di bis 😀 .

Tujuan pertama adalah Kenrokuen Garden. Konon taman ini merupakan salah satu dari 3 taman terindah di Jepang. 2 Taman indah lain yaitu Korakuen di Okayama dan Kairakuen di Mito. Alhamdulillah saya bisa berkunjung salah satu taman indah itu. Kenrokuen ini konon dibangun oleh klan Maeda yang juga merupakan bagian dari Kastil nya yang terkenal dengan nama Kanazawa Castle. Memang letaknya pun bersebrangan dengan kastil nya.

Kanazawa ini juga terkenal dengan emas nya, salah satunya es krim mas yang patung es nya ada di dekat gerbang masuk Kenrokuen Garden ini. Nyicip gak? karena suhu lumayan yaa … 1 derajat, saya gak berani nyicip, tapi ada beberapa teman saya yang nyicip dan ketika saya tanyakan bagaimana rasanya, mereka bilang … “kayak es krim cone nya mekdi” hahaha. Bentuknya juga mirip kan ya? Oya tiket masuk ke Kenrokuen ini sekitar 310 yen. Untuk jam buka nya jika di bulan Maret – pertengahan Oktober jam 07.00 – 18.00, dari pertengahan Oktober – Februari lebih singkat yaitu dari jam 08.00 – 16.30.

Saat saya datang kemarin, karena masih peralihan dari musim dingin ke musim semi, pohon pohon masih diikat, nah konon ini merupakan salah satu yang buat taman ini terkenal yaitu bernama “Yukizuri” ( hanging snow). Jadi selain untuk mempertahankan pohonnya, jika salju sedang banyak dan tebal maka tali tali ini akan dipenuhi salju dan akan terlihat seperti “hanging snow”. Diantara 3 taman terindah itu, konon Kenrokuen ini yang paling indah. Katanya, taman ini mengandung 6 unsur yaitu kelapangan, ketenangan, kecerdasan, kuno, sumber air, dan pemandangan.

Terlihat kan tali tali kecoklatan diantara pohon pohon itu? nah itulah yukizuri. Taman ini benar benar indah dan bulan Maret ini adalah peralihan dari musim dingin ke musim semi, ada beberapa bunga plum yang sudah mulai berbunga. Awalnya ada yang bilang kalo itu Sakura, tapi ternyata salah satu bos Jepun saya bilang kalo itu bukan sakura, tapi plum. Sekilas memang mirip ya, warna bunga nya pun agak pink begitu.

Saat kami berkunjung kemarin, banyak sekali anak anak gadis yang berkunjung dan menggunakan baju tradisional Jepang. Banyak dari peserta trip kami yang sebagian besar memang pria, ingin berfoto bersama para gadis Jepang dengan kimono ini. Diingatkan berkali kali oleh atasan atasan saya untuk minta ijin. Karena menurut atasan saya, orang Jepang ini sangat menjaga privacy … Jadi jika ingin berfoto dengan mereka atau memotret mereka, kita harus minta ijin dulu.

Saya berkeliling taman ini sampai ke ujung, ada seperti jalan keluar yang terhubung dengan jalan kecil macam gang tapi saya tidak berani menuju kesana karena tidak ada satu pun orang yang menuju kesana. Akhirnya saya hanya mengitari taman saja sampai selesai sampai mengambil foto untuk beberapa bunga yang mulai bermekaran.

Ada yang berwarna pink, ada yang berwarna putih. Sayangnya saya gak tahu itu bunga apa karena tulisannya dalam bahasa Jepang dan saya sedang tidak berada dekat dengan atasan Jepun saya saat itu jadi gak bisa tanya tanya.

Sebelum keluar dari taman ini, seperti biasaaa … setor dulu ke toilet 😀 Mungkin karena dingin jadinya beser banget ya. Keluar dari pintu gerbang yang sama saat masuk tadi, saya dipanggil teman saya yang ternyata sedang menghangatkan diri di kedai kecil dekat pintu gerbang masuk Kenrokuen ini. Letaknya persis di dekat patung es krim emas itu.

Ada beberapa orang wanita Jepang dengan baju kimono nya juga disini. Lumayan heater yang ada di kedai itu bikin badan sedikit nyaman. Plus saat itu bisa megangin minuman kaleng hangat jadi makin nyaman deh 😀 Minuman hangat ini ternyata sudah ditukar 2-3 kali oleh GM saya hahaha. Jadiii kalo sudah berasa mulai gak hangat, dia tukar lagi minuman nya dari lemari yang ada dan oleh penjaga toko nya dibolehkan, lumayan kan 😀

Setelah puas menghangatkan diri kebetulan group kami dipanggil untuk berkumpul dan berjalan menuju Kanazawa Castle. Suhu terasa semakin dingin, awalnya kami pikir karena hari sudah semakin sore. Kami berjalan masuk ke Kastil dan saya sempat berfoto foto sejenak di depan pintu gerbang kastil ini.

Kami masuk hanya sampai pintu gerbang ke 2 dimana ada lapangan luas dan 1 tempat yang berisi tentang cerita dari Kanazawa Castle ini. Banyak yang masuk tempat ini, tapi saya yakin mungkin maksudnya sama dengan saya …. mau menghangatkan diri. Saat sedang membaca baca cerita dari kastil ini ternyata ….. turun hujan salju ! MasyaAllah ….. semua peserta terutama saya seneeeng banget ! Ini kali pertama saya merasakan hujan salju.

Saat saya sampai di Kanazawa dan ternyata masih banyak salju saja saya sudah bahagia banget eh ditambah hujan salju, bahagia triple hahaha sudah bukan kwadrat lagi ya 😀 Selesai dari Kastil kami diajak naik ke bis dan dibawa ke suatu tempat yang merupakan toko yang menjual segala sesuatu yang mengandung emas. Dari mulai teh ada emasnya yang konon bisa buat awet muda *langsung kepengen nenggak seteko* terus banyak banget barang barang lain yang ke emas emasan.

Ada juga sebuah pajangan yang ada di salah satu bagian toko itu yang menurut para penjaganya bangunan itu terbuat dari mas. Kita gak boleh pegang, cuma liatin doang. Saya gak beli apa apa di toko ini, selain perhiasan nya lumayan mahal, apalagi buat yang asli emas barang lainnya juga lumayan harganya.

Beberapa kali ditawari cream wajah yang mengandung emas dan konon juga bisa buat wajah jadi awet muda tapi saya tetap pada pendirian, gak mau beli ! Hahaha … selain mahal, kulit saya ini kan jenisnya sensitif gak berani lah coba coba begitu.

Selesai dari toko itu sebelum kita meneruskan untuk makan malam, kami mampir dulu ke sebuah daerah yang konon terkenal dengan sake dan hal hal yang berbau tradisional, seperti makanan, cindera mata. Saya tidak turun di daerah ini karena menurut informasi tidak akan lama jadi saya menunggu saja di dalam bis.

Selesai dari sini, kami menuju sebuah resto untuk makan malam. Menu nya barbeque ! Perut rasanya sudah protes sejak sore di tempat teh emas tadi, makanya gak sabar banget waktu itu. Ternyata dalam perjalanan, hujan salju turun lagi dan semakin lama semakin lebat. Saya norak gak kepalang hahaha. Saya video in dari dalam bis.

Saat turun saya saling merekam bersama teman saya dan kami norak bersama hahaha. Tapi saya tidak sendiri, hampir semua peserta norak saat itu. Jadi saat kami sadar, ternyata hampir semua orang mengambil video saat hujan salju itu. Gak apalah ya norak di negeri orang hahaha apalagi kalo ada temennya 😀

Selesai makan malam kami bergegas menuju hotel. Karena tujuan utama kami sebenarnya adalah Shirakawa go, maka kami tidak menginap di Kanazawa tapi di Toyama. Perjalanan dari Kanazawa ke Toyama sekitar 1 jam. Perjalanan 1 jam tidak terasa karena kami masih tertakjub takjub memperhatikan hujan salju yang semakin lama semakin lebat itu.

Sampai di Toyama, saya sudah sangat lelah tapi masih menyempatkan diri untuk melakukan briefing dengan travel agent untuk acara esok hari agar lebih sempurna. Badan sudah mulai berasa rontok ditambah kok mulai demam 🙁

Akhirnya selesai briefing saya hanya sempat nyebrang ke Lawson di depan hotel untuk beli earphone karena video call saya dengan anak anak dan HN jadi gak asyik gara gara saya kelupaan bawa earphone. Oya di Toyama kami menginap di Toyama Tokyu Excel Hotel dan saat kami baru sampai, kami disambut oleh beberapa orang yang membawa spanduk dan ada badutnya juga lalu minta kami berfoto, ternyata mereka dari dinas Pariwisata Toyama 🙂 Memang rombongan kami cukup banyak, 8 bis dengan total peserta 240 orang.

Alahmdulillah setelah makan obat yang dikasih dari travel agent, saya langsung tertidur dan terbangun dengan segarnya esok hari. Pengalaman hari pertama yang mengesankan dan gak brenti berucap syukur dikasih kesempatan indah ini oleh Allah SWT 🙂

Always Fall In Love With Japan

Huhuhu maapkeun blog nya menganggur sekian lama. Jadi begini klarifikasinya 😀 Awal tahun sibuk ada perubahan system baru di kantor ditambah persiapan internal trip ke ….. Jepang ! Ini sumanget nya udah dari tahun kemarin, tepatnya bulan Oktober saat diputuskan kalo trip kali ini ke … Jepang lagi ! Iyesss lagiii ……. gak bosen sil? enggaakkk … hehe

Etapi bukan cuma saya loh, hampir semua orang di divisi kami gak pernah bosen ama Jepang. Ini bukan karena kantor pusat kami juga ada di sana ya, bukan karena kami ini bekerja di perusahaan Jepang, tapi akhirnya setelah saya dibuat kagum dengan cara berpikir, gaya hidup bos bos Jepun saya disini, sejak kedatangan saya pertama ke Jepang yang ada dalam pikiran saya adalah …. Saya HARUS balik lagi ke sini ! saya KEPENGEN balik lagi kesini !

Apa sih yang bikin kamu ” Always fall in love with Japan ? ” hmm … apa ya, banyaakkk … !

TOILET. Saya si orang jijik an, gak pernah khawatir untuk ke toilet umum sepanjang saya sedang berada di Jepang. Toiletnya super duper bersih. Penuh dengan hal yang bikin takjub, terutama di kali pertama dateng, norak norak lah liat begitu banyak tombol di toilet. Takjub takjub liat toilet nya nyediain tempat duduk buat anak kecil, kepikiran gitu loh ! Trus ada suara suara yang fungsinya untuk menyamarkan bunyi bunyi yang bisa jadi terdengar gak sengaja dan bikin ilfil, hihihi

BERSIH. Ini mah udah pasti ya, etapi ternyata ada juga sih tempat yang gak bersih bersih amat di Jepang. Udah pernah ke Don Quijote Shinjuku? Trotoar nya gak bersih bersih amat, banyak puntung rokok malah. Ah tapi itu tetep bikin saya jatuh cinta sedalam dalamnya ama Jepang 🙂 Cuma disitu doang yang saya liat agak kotor, selebihnya, bersiiiihhh bingiittsss.

FASHION STYLE. Kalo lagi di jepun, saya suka sekali perhatiin orang yang lalu lalang. Saya sukaaaa sekali dengan fashion style nya orang Jepang. Dan akibatnya … belakangan saya suka sekali warna hitam-putih-abu-navy untuk warna warna baju. Pink gimana sil?! masih suka sih …. tapi gak maniak pink kayak dulu.

Hmm apalagi ya … gini nih kalo udah disuruh detail satu satu ungkapin apa sih yang bikin kamu jatuh cinta ama Jepang? Susaaahh hehe …. Intinya, kalo udah jatuh cinta, gak perlu penjelasan panjang lebar kan … kan …

Alhamdulillah tanggal 7 – 12 Maret 2017 kemarin, saya dikasih rejeki dan kesempatan lagi buat berkunjung ke Jepang. Excited?! Bangeeettt !! Udah gak sabar dari jauh jauh hari. Kalo kunjungan sebelumnya dengan rute Osaka – Kyoto – Tokyo, nah kali ini Kanazawa – Toyama – Shirakawa – Tokyo. Ke Kanazawa langsung sil? Enggaakk …. numpang mendarat di Haneda trus langsung cuss pake shinkansen ke Kanazawa.

Cerita lengkap trip Japan jilid ke 2 nya di postingan selanjutnya ya …. ini di bonusin dulu foto sibubu ngopi cantik dengan pose candid yang dikondisikan saat di Shirakawa go ya ! 😀 ayoooo …… siapa yang selalu jatuh cinta juga ama Jepang? Kamu ?

Buku dan Kopi

Pernah gak kamu ngerasa lagi BT bangeeett trus seolah semesta mendukung kayaknya apa apa salah dan kita yang salah? Nah kalo lagi kondisi ‘nelongso’ kayak begitu biasanya kamu ngapain?

Kalo aku, biasanya aku merepeeett panjang lebar hahaha *khas mamak mamak yess?! * trus biasanya aku coba ngelakuin apa yang aku suka. Karena kesukaan aku cuma jalan-jalan, baca buku, ngopi dan nge blog … nah biasanya diantara ke 4 hal menyenangkan itu yang paling bisa mengembalikan mood adalah si buku dan si kopi 🙂

Tapi ya seiring pertambahan usia yang semakin meranum ini, kalo kesel sekarang gak langsung merepet … belakangan aku kalo BT tarik napaasss trus minum air putih … duduk bentaran, trus cuzzz ke lantai bawah buat beli kopi. Itu kalo kejadian BT di kantor. Alhamdulillah sejauh ini di rumah gak mengalami ke BT an macem gini. Semoga gak pernah selamanya 🙂

Terus biasanya kalo sudah deket waktu istirahat, aku akan ‘berlari’ ke Mall yang ada toko bukunya. Salah satunya ke toko buku di mall foto dibawah ini. Toko buku ini termasuk yang paling sering aku datengin. Atau kalo lagi beruntung, ada gelaran buku berbahasa enggris yang diskonannya ajegile di deket deket kantor dari toko buku macem Periplus begitu … nah biasanya si BT langsung hilang tak berbekas hahha.

Entah kenapa, dipikir pikir kok bisa ya cuma dengan liat deretan buku, nyium bau buku … aku sukaaa banget, sudah macam cium aromatherapy saja hahaha. Tau kan bau lembaran buku baru? nah itu aku sukaaa banget !

Kadang kadang hasil mengusir BT ini aku bisa kalap beli buku, tapi sering juga cuma liat liat doang. Manalah buku makin sini design covernya makin lucu lucu kepengen dibeli semua kan ya hehhe. Kadang ya bisa loh aku itu beli buku hanya karena pertimbangan gambar cover depannya bagus hehehe.

Kalo ngomongin jenis buku yang disukain apa ? tergantung mood juga ! hahahha tappi sudah 1 tahun belakangan ini kalo gak buku travelling ya buku buku berbahasa Inggris yang masih gampang gampang lah ngartiinnya. Iya buku berbahasa Inggris ! dengan maksud dan tujuan agar mengasah kemampuan bahasa Inggris aku.

Kalo kopi aku sih gak terlalu musti kopi dari kedai kopi heits itu. Kalo bukan karena lagi promo atau lagi travelling, aku biasanya kalo di rumah nge grinder sendiri. Terus nanti ditambahin susu dikit. Kalo lagi di kantor aku cukup turun ke lantai bawah, ada Family Mart disana dan kebutulan kopi yang mereka buay cocok buat saya 🙂

Kalo kamu, apa sih yang biasanya kamu lakuin untuk mengusir ke BT an ?

Mengasuh Anak Tanpa Durhaka

Mengasuh anak tanpa durhaka
Mama :“Ikraam! Kok makan permen sih, kan giginya masih   sakit nak?”

Anak :”Hm… aku lagi pengen, kan udah lama gak makan permen,ma”.

Mama :”Astagfirullah nak, Ikram lupa ya bagaimana sakitnya tuh  gigi kemaren?”

Anak :” hm…. enggak..!”

Mama :” Nah, kenapa sekarang makan permen?, dari mana itu permen?”

Anak :”Dari nenek ma !”

Mama :” Astagfirullah !”

Does this sound familiar?
Populer sekali dimasyarakat kita anggapan atau pemahaman ini :Nenek dan kakek katanya lebih sayang sama cucunya dari pada sama anaknya!. Maka sering sekali peristiwa seperti diatas terjadi : Mama melarang makan permen, nenek beliin. Ayah larang nonton TV, kakek bilang gak apa pa sekali kali, kan sekolahnya sdh sampe sore, kasian cucu Kakek.
Selain itu,karena terlalu sayang sama cucu sering kali kakek dan nenek, terutama nenek ikut campur terlalu banyak dan sering dalam pengasuhan cucunya. Bukan saja mengatur orang tua si cucu tapi juga kadang intervensi langsung didepan cucunya.

Yang parah adalah bila kakek nenek tinggal serumah dengan cucu, atau orang tua menitipkan sang anak sama neneknya.. whuah.. hampir semua peraturan ada dua macam…

Biasanya aturan dari nenek lebih longgar atau tidak sesuai lagi dengan ilmu dan kesepakatan kedua orangtua. Cucu tentu memilih aturannya yang dibuat nenek dan kakek.

Buat orang tua terasa berat, bagaimana pun mereka ingin mengasuh anaknya dengan sebaik yang mereka ketahui dan bisa, tapi pada saat yang sama mereka tidak mau durhaka pada orang tua atau mertua..
Untuk menjawab banyak pertanyaan dan permintaan dari teman teman dalam grup ini, kali ini yuk kita bahas seluk beluk pengasuhan 3 generasi.

Mengapa masalah muncul ?

1.Keliruan kakek nenek sendiri, karena dulu ketika mengasuh anaknya tidak menggenapkannya dengan pengetahuan tentang tanggung jawab menjadi suami istri dan menjadi orang tua. Anak hanya dipersiapkan untuk menjadi : sarjana sesuai minat dan bakatnya, ilmuwan, enterpreuneur, dan pekerja. Sudah dianggap wajar kalau kini kakek nenek menanggungkan resikonya mengasuh cucu sebagai :Tanggung jawab & Cinta!. Kasian kalau cucu hanya diasuh oleh pembantu saja. Apalagi kalau pembantu itu berganti ganti terus.
2.Nenek dan kakek merasa sukses mengasuh anaknya dulu dan cenderung mengulanginya dalam mengasuh cucu. Padahal mereka tidak tidak tahu bagaimana sesungguhnya perasaan dan penilaian anak anaknya terhadap pola pengasuhan yang mereka terima dulu itu dan kini belum tentu seluruhnya dapat diterima oleh anak dan menantu mereka bila diterapkan pada anak anaknya.
Pengasuhan : Prinsipnya sama tapi zaman sudah berbeda: Orang tua kini (anak anak mereka ) sudah lebih Melek tentang PARENTING.

3.Tidak ada pembicaraan terlebih dahulu antara kakek nenek dan orang tua tentang GBPA : Garis garis Besar Pengasuhan Anak dan kemudian menyepakatinya.Tujuan apa yang mau dicapai, bagaimana mencapainya,apa PRIORITASNYA dan harapan orang tua tentang do’s and dont’s nya
4. “Dendam positif”. Dulu waktu kakek nenek membesarkan ortu, hidup banyak susahnya. Keperluan banyak, keuangan terbatas. Kini diusia tua, keperluan menurun keuangan lebih mapan dan ada pula pemberian anak2. Maka kalau cucu meminta sesuatu,dulu sama emak atau bapaknya keinginan mereka ditahan, ditunda atau tidak dipenuhi, sekarang tidak ada alasan. Lagian ortunya “medit atau kenceng” banget.Kasihan tuh cucuc!. Jadi Nenek dan kakek lebih permissive/ membolehkan, bahkan agak sedikit berlebihan. Cucu minta permen satu dikasih dua atau tiga. Mau belajar dengan 3 temannya, bukannya dibelikan 4 popcorn, tapi selusin…
5.Kalau timbul masalah karena ke tidak sesuaian harapan dan apa yang dilakukan kakek nenek, ortu jadi “nggak-enak an” sama kakek nenek. Ngegerundel sendiri – masalah tidak terpecahkan apa lagi terselesaikan. Kejadian berulang , yang korban masa depan anak dan kesehatan jiwa ortu.
6.Kalau mau di “omongin” atau dibahas, nggak tahu bagaimana cara yang tepat dan benar. Ujung2nya pasti ketegangan kalau nggak mau dibilang konflik kecil pasti terjadi. Kakek nenek tersinggung atau sedih. Ortu merasa :”Duh gue durhaka nggak nih ya…”
7. Ortu tidak tahu,bagaimana masa kecil kakek nenek. Jangan jangan ortunya mereka dulu : keras. suka mgeritik atau cenderung memanjakan. Jadi kalau kakek nenek melakuka hal serupa adalah karena masa kecilnya dulu seperti iu (Inner childnya).
Jadi bagamana dong ?

Dari sudut kakek nenek :

1.Kita sudah tua, dulu habis waktu kita untuk mengasuh, mendidik dan menyekolahkan anak anak kita. Kenapa kita sekarang harus pula melakukan hal serupa terhadap anak anak mereka?.

Betul sebagai kakek nenek kita perlu bertanggung jawab pada Allah terhadap keturunan kita, tetapi kita harus sadar se sadar2nya bahwa kita bukan penanggung jawab utamanya. Yang diberikan benih dan yang mengandungnya lah yang telah dipilih jadi Baby Sitternya yang memberikan amanah.

Bukan kita !.

2.Jadi dengan segala kerendahan hati akuilah kekurangan dan kesalahan kita dalam mengasuh anak anak kita dahulu.Mungkin kita kurang menyiapkan mereka untuk menjadi suami-istri, ayah dan ibu. Wiring /Peng-kabel-an diotaknya adalah untuk berprestasi secara akademis dan kita minta mereka mati matian mempertahakan rangkingnya. Kini mereka berusaha sukses dan mempertahankan ke sukses annya didunia kerja.Dunia kerja lebih baik dan utama dari pada menjadi orang tua. Sehingga dengan mudah dan tanpa merasa bersalah mereka mensub kontrakkan anak anaknya.
Jangan jangan kita telah menjadi role model yang yang keliru yang mereka tiru…

Maka minta maaflah dengan jujur pada anak anak kita, karena ketidak sengajaan atau ke alpaan kita dalam membesarkannya telah menjadikan mereka orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab, keterampilan dan daya tahan atau endurance dalam menjalani peran ke orang tuaannya.

3. Anak anak kita harus bertanggung jawab pada si Pemberi amanah, bukan kita!. Bantu meluruskan pemahaman mereka dengan penuh kesabaran dan cinta serta pengorbanan. Setelah itu : Pulangkan saja cucu cucu pada ibunya atau ayahnya.. Tangan berbuat bahu memikul !.

4. Kita harus sadar benar, ketika kita muda kita sarat dengan berbagai upaya untuk survive sebagai orang tua dengan berbagai masalah yg kita hadapi. Sehingga mungkin ibadah dan amalan kita seadanya saja.Kita bersyukur dengan semua rahmat Allah yang diberikan kepada kita sehingga kita merasakan kenikmatan punya dan memelihara cucu, yang tidak semua orang mendapatkannya. Tapi kini pulalah, disisa sia usia ini saatnya bagi kakek nenek untuk beribadah dan melengkapi bekal akhirat., menikmati mekar diusia kedua, — bukan dibebani cucu..
“For the seek of your mental health, Grands —- you need space for yourself”:Phisically, mentally, emotionally, socially and spiritually. Enjoy your life !
5. Kalaulah ada hal yang kita rasa kurang pas dan kurang berkenan yang dilakukan anak anak kita dalam mengasuh cucu cucu kita, maka:

1. Bijaklah dalam menyikapinya.

2. Duduklah bersama. Tanyakan mengapa mereka melakukannya. Semua tingkah laku punya alasan dan punya tujuan. Mungkin mereka telah belajar atau mempunyai ilmu baru dalam mengasuh anak sehingga mereka tengah mencoba menerapkan cara cara yang berbeda sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Bila kita ada usulan sebaik mungkin bicara dulu dengan ayahnya ( anak kita kah atau menantu), baru bicara dengan ibunya. Ayah harus kita bantu untuk berfungsi sesuai dengan perannya .

4. Fahami benar bahwa cucu kita hidup di era digital dengan segala konseuensi dahsyatnya. Jangan kan kita, orang tuanya saja tidak akan sanggup mengejar kecepatan  anak anak mereka dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini. Maka mundurlah dengan teratur, serahkan pada ibu bapaknya. karena kita hidup pada dunia yang sudah sangat berbeda dengan mereka.

5. Banyak Sabar! dan sering gigit lidah.. tahan kata kata!

6. Tugas utama kita adalah untuk menjaga dan memelihara bahwa semua berjalan sesuai dengan perintah Allah dan petunjuk Rasul serta semua ketentuan yang ada dalam kitab suci kita…Maka jangan segan dan berhenti MENASIHATI, bukankah

sesungguhnya :”Addinu Nasihah” – Agama itu Nasihat!.

Dari sudut ayah ibu..
1. Yang harus anda berdua ingat adalah: Andalah baby sitternya, Allah.
Berarti andalah penanggung jawab utama pengasuhan dan pendidikan serta keberlangsungan hidup anak anak anda, bukan kakek neneknya apalagi baby sitter dan pembantu atau

pimpinan dan guru TPA – Tempat Pendidikan Anak. Anda berdua wahai orang tua, di karuniai dan diamanahi oleh Allah anak yang sempurna; Jangan sampai ketika di”pulangkan” pada Allahnya dalam keadaan “bonyok”: fisik, jiwa dan keimanannya . Harus anda ingat: Nanti jawab apa ya di Mahkamah Hisab Allah? Jadi anda aturlah waktu dan tenaga menjadi orang tua.

2. Yang dibutuhkan anak itu darimu ayah dan ibu adalah WAKTU , bukan mainan dan hadiah tidak juga sekolah keren, reputasinya hebat dengan uang pangkal dan bayaran bulanan yang mahal . Masa depan itu bukan hanya tergantung pada keberhasilan akademis semata yang bersusah payah anda gapai. Bisakah dia sukses dengan iman yang rendah dan jiwa hampa menghadapi tantangan zaman dan persaingan yang semakin ketat luar biasa?. Ingatkah anda kisah Rasulullah yang me-lama- kan sujudnya agar cucu cucunya puas bermain di tengkuk dan belakangnya?. Dalam sujudnya saja, Rasulullah berusaha memenuhi kebutuhan jiwa cucunya pada saat mereka butuhkan dalam jumlah yang cukup. Bagaimana dengan anda ?
3. Pendidikan itu berlangsung dirumah – penanggung jawab utamanya anda : ORTU. Pembelajaran disekolah penangung jawabnya GURU – jangan diputar balik – Sebaiknya kita ikut melakukan kesalahan berjamaah?
4. Rezeki bukan hanya uang . Anak yang sehat lahir batin, sholeh dan beradab, bahagia dan gembira, cerdas secara intelektual , emosional dan sosial adalah garansi hidup dunia akhirat.
5. Jangan salah tangkap, bukan tidak boleh bekerja. Indonseian Neuroscience Society pernah menyarankan pada pemerintah agar keluarga yang punya anak balita salah satu ortunya harus tinggal dirumah sampai anaknya berusia 8 tahun. Bisa ayah , bisa Ibu!.
Seorang ahli tentang krisis usia separuh baya (maaf lagi lupa namanya) dari risetnya menyarankan : Agar ibu sebaiknya mulai bekerja penuh kalau anak bungsunya berusia 8 tahun. Harapan hidup perempuan Indonesia 75 -80 tahun. Masih banyak sisa usia untuk anda aktualisasi diri. Iya! memang gak bisa kalau anda bermaksud menjadi pegawai negeri.

Lagi pula buat orang muda yang cerdas, multi talenta seperti anda, bekerja dan memperoleh rezeki kan tidak harus bermakna meninggalkan anak anda 8 – 5 setiap hari, yang kenyataannya anda akan meninggalkan rumah 14 jam lebih karena jarak dan transportasi. Kan anda bisa S-O-H-O : membuat Small Office Home Office ?. Hak anda untuk tidak setuju dan kesal dengan saran ini. Hidup ini adalah pilihan, hak anda untuk memilih. Tapi bijaknya juga harus siap menanggungkan segala konsekuensinya.

6.Apapun pilihan yang ayah ibu akan buat jangan lupa anda kini sedang membesarkan anak generasi Platinum di Era digital . Sebagai “orang muda” anda tahu semua konsekuensi yang terjadi pada anak anak kita sekarang ini. Ya Kecanduan internet, games, pornografi, dsbnya yang berakibat kerusakan pada otak dan akhlak.
Bagaimana mengsub kontrakkan anak kita pada orang lain, kita saja yang ngasuh bisa kewalahan . menghadapi pra remaja kita yang sekarang ini bisa jadi youtuber dan ‘memonetized’ akun medsos mereka?

Bagamana anak kita bisa bertahan dan tidak terpengaruh ?.

7.Kakek Nenek itu nak, bak Matahari!. Diperlukan oleh cucunya secukupnya saja : 30 menit sampai 3 jam sehari. Kalau berjemur kelamaan kena KANKER KULIT!. Itu saja anda harus pakaikan dia pelindung matahari yang SPF nya tergantung usia. Semakin muda usia,SPFnya makin tinggi.
8 Kalau anda dalam situasi tertentu: Suami tidak bekerja dll maka ayah dari anak anak harus bertanggung jawab untuk membicarakan dan membahas GPBA dengan kakek nenek sebelum anak anakmu kau titipkan. Kalau Single Parent, dimana anak anak sudah tak berayah berpisah atau pergi selamanya, ibulah yang harus melakukannya . Jadi semuanya jelas :aturan dan konsekuensinya. Nanti semua ini di evaluasi secara bijak dan penuh kasih sayang.
9. Pada prinsipnya usahalah untuk tidak membenani kami : kakek neneknya. Walaupun permintaan mereka karena mereka menghadapi syndrome :Empty nest. Percayalah nanti misahinnya susah sekali.. lagi pula prinsip pengasuhan sama, zaman telah berbeda – bila tak berkesesuaian anda marah dan kecewa?.

10. Kakek dan Nenek tidak didisain oleh Allah untuk mengasuh cucu, karena mereka :
a.Mengalami perubahan Fisik : semua fungsi organ tubuh menyusut karena usia, termasuk Osteoporosis dan berbagai gangguan kesehatan.

b.Dalam proses menjadi tua, hormon testosterone pada kakek dan Estrogen dan Progesteron pada nenek menurun drastis.

c.Perubahan hormonal tersebut menyebabkan perubahan emosi. Bila tersinggung sedikit sedihnya mendalam dan lama.Bila kesungging sedikit bisa marah besar..

d.Masalah dalam kehidupannya membuat persepsi mereka tentang hidup jadi berubah. Kalau anda mengajaknya untuk pesiar lalu anda mau nitip anak karena anda ada Kongres, dia gak butuh pesiar itu. Dia mendingan di rumahnya bisa ke mesjid, sholat berjamaah, pengajian atau ngobrol sesama teman teman seusianya.

Nah, bagaimana kalau anda ingin mengoreksi kakek nenek atau ingin menyampaikan pesan padanya tanpa takut di cap kualat atau durhaka, ini kiatnya
a. Rendahkan dirimu dan suaramu

b. Rumuskan pendapatmua dan ajukan dalam kalimat bertanya.

c. Tanyakan pendapat beliau

d. Kalau beliau bertanya baru jelaskan maksudmu.

e. Tanya agi menurut kakek nenek bagaimana sebaiknya

f. Hindari menggurui ortumu, betapapun pintar dan tingginya pendidikanmu.

Kalimat bertanya yang diajukan tidak mesti mendapatkan jawaban segera karena ,pertanyaan membuat seseorang sadar diri. Jadi lihat baik baik kedalam hidup anda: apa prioritas hidup anda sebenarnya?
Jelas ? mengapa bangsa kita sekarang seperti ini, karena pengasuhan kita anggap tidak penting, kita hibah hibahkan/ sub kontrakan pelaksana pengasuhan anak kita. Mereka tumbuh besar, kuat dan pintar tapi hampa jiwanya.. Bagaimana generasi bangsa ini mau kuat?

Selamat Berjuang.

NB. Saya bermaksud melengkapi tulisan ini menjadi buku. Bila anda ada saran silahkan kirim ke kitadanbuahhati@yahoo.com

Bekasi, 25Juli 2016
#ParentingwithEllyRisman

2 Andalan Sehat Saya

Awal saya lari itu buat ikut acara lari tahunan di kantor. Sejak pindah divisi dan masuk ke kantor pusat 4 tahun lalu, saya seneng banget sih akhirnya banyak’temen‘ buat olahraga. Sebelum lari, olah raga yang saya rutin lakuin ya jalan kaki. Jalan kaki ini juga awalnya karena kepengen … kurus ! Etapi saya berhasil kurus loh ! Memang sih selain rutin jalan kaki setiap hari minimal 30 menit, saya juga jaga pola makan. Jadi saya makan karbo cuma 1 hari sekali. Sisanya saya makan sayur atau lauk nya aja. Berapa berhasil turunin BB nya? 12 kg ! Yup, duabelas kilo *joget*

Dengan BB awal 62 kg trus 6 bulan rutin jalan kaki plus jaga makan, saya beneran turun 12 kg. Banyak yang pangling dan takjub hahaha. Iyalah dari buntelan begitu kan ya. Pake baju model apa aja kayaknya gak pantes pantes, bawaan gerah mulu. Belum badan cepet gak enak, cepet lemes.

Selanjutnya gaya makan saya gak ‘ketat‘ banget kayak waktu program langsing singset itu, tapi saya tetap usaha buat olahraga yang makin hari makin bekurang frekuensi nya 😀 Tahun 2012 saya pindah divisi, balik ke Jakarta ketemu bos dan teman teman doyan olahraga khususnya lari, akhirnya sejak pertengahan 2013 saya mulai ikutan lari.

Ini lari nya juga blang bentong hahaha. Ketat dan rutin kalo dah menjelang acara Ekiden di bulan Oktober aja. Ketebak dah sejak Agustus lari langsung super rajin, seminggu bisa 3-4 kali. Beres Ekiden, semau maunya lagi. Apa kabar si berat badan? Memang sih gak naik balik ke awal *Alhamdulillah ya … 🙂 * tapi agak agak stuck di 53-54 eh malahan pernah nembus 55 waktu lagi parah banget pola makan dan olahraganya.

Makin tambah usia, makin berasa ternyata badan gak enak kalo gemukan dikit. Ini bukan cuma perkara baju plus celana jadi seret ya, tapi yang saya rasain kalo olah raga mulai kendor plus pola makan gak dijaga selain BB naik badan juga jadi cepet gak enak, gampang sakit. Ini beneran loh terjadi sama saya. Makanya setelah saya pikir pikir, tiap saya mulai kendor di 2 hal itu pasti deh … adaaa aja sakit kepala lah, tensi naik lah *oya, saya punya hipertensi* cepet kena flu pokoknya semacam itulah.

Nah sejak tahun 2016 lalu, tepatnya setelah saya terkena helicobacter pylori, saya bener bener jaga makan dan mulai rutin lari lagi. Saya pasti lari 2 kali dalam seminggu dengan jarak minimal 5K *sok gaya deh sil … minimal 5K wong paling jauh cuma 7K sampai saat ini 😀 * Sejujurnya saya ini orangnya agak susah buat konsisten hahha, terpampang nyata dari nge blog lah ya ..

Tapi saya pikir, semua tergantung saya sendiri. Akhirnya saya bulatin tekad, Alhamdulillah bisa konsisten. Jadi sampe saat ini 2 hal yang saya bener bener konsisten adalah lari dan ngopi ! hahaha … kalo ngopi sih sejak saya duduk di bangku kuliah sampai sekarang konsisten 😀 Sehari bisa bisa 2 kali ngopi. Etapi ada yang rubah juga dari kebiasaan ngopi saya.

Kalo dulu saya suka cappuccino yang manis, sejak pertengahan 2015 saya sudah tidak mengkonsumsi kopi yang manis lagi. Saya lebih suka kopi tanpa gula, bukan less sugar ya … tapi beneran gak pakai gula. Awalnya sih karena ngikut ngikut HN, suami saya yang sejak pulang dari biztrip , jadi doyan banget esspresso. Yang awalnya icip icip punya HN trus jadi suka trus kalo bikin atau pesen kopi cappuccino kesukaan juga gak pakai gula. Sekarang kalo minum kopi pakai gula, saya suka mual gak enak di mulut dan perut pokoknya.

Saya dan HN sama sama punya turunan ‘penyakit‘ yang bikin kami bedua terus berusaha hidup sehat demi masa depan anak anak dong pastinya. Saya punya turunan hipertensi dan HN ada turunan diabetes. HN malah sudah mengkonsumsi obat diabetes setiap hari. Makanya sejak Oktober tahun 2016 kemarin, resmi sudah saya dan HN menjadi pemakan nasi merah 😀 etapi kalo saya masih bandel sih … siang masih suka makan nasi putih kalo lagi maksi di kantor.’

Olahraga masih rutin, kalo HN makin rutin … karena bener bener kepengen sehat. Kalo saya rutin minimal lari 2 kali seminggu, HN selain rutin tennis 2 kali seminggu, sejak Januari 2017 ini dia rutin lari juga 2 kali seminggu. Seneng dong ya lari ada yang nemenin sekarang. Dan akhirnya dia pun sudah jatuh cinta sama lari. Kadang semangatnya ngelebihin saya hahha. Oya satu lagi kebiasaan baru yang juga jadi rutinitas adalah setiap abis bangun tidur, saya dan HN minum perasaan air lemon ditambah air hangat dan madu.

Sejak rutin olahraga *ini rutin bener bener gak pernah bolong ya hihi * plus makan juga agak agak jaga dan rajin minum perasan air lemon plus air hangat dan madu Alhamdulillah sepanjang 2016, Allah SWT selalu kasih sehat. Padahal dibanding tahun sebelumnya, tahun 2016 kemaren pekerjaan lebih padat baik dari sisi penyitaan waktu maupun beban kerjaan nya. Pokoknya Alhamdulillah banget.

Makanya kalo dulu setiap orang tanya saya lari biar apa? Saya jawab biar KURUS … kalo sekarang saya lari biar … SEHAT! Saya lari gak ngejar lagi waktu, pokoknya saya lari senyaman saya, minimal 1 jam setiap kali lari atau 5K setiap kali lari … cukup buat saya. Saya nyaman banget, gak pakai sakit kepala *dulu saya suka sakit kepala setiap abis lari, ternyata saya kurang asupan air minumnya* dan tetap seger langsung aktifitas weekend sepanjang Sabtu dan Minggu.

Jadi apa 2 kebiasaan sehat saya yang bisa bikin saya jadi orang konsisten selama 1 tahun ini? Lari dan minum air perasaan lemon plus air hangat dan madu 🙂 Mantap pokonya … tertarik buat coba?

Bismillah …

Bismillah … akhirnya setelah timbang sana, timbang sini … pikir lagi, pikir ulang … saya buat rumah baru ini ! Seneeengg … semangaattt *yap, seperti biasa selalu semangat tea awalnya 😛 * tapi semoga enggak cuma di awal ya … ingetin diri sendiri terus kalo ini adalah blog berbayar  dan aku harus seriusssss.

Doakan dan terus semangati saya ya ! 🙂